arrow_backKembali ke berita

Tigers Football Academy Surabaya, Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Oleh TribunJatim.com

Artikel Tigers Hydroplus Soccer League Surabaya

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Didirikan pada 2019 di Surabaya European School (SES), Tigers Football Academy (TFA) berkembang pesat menjadi komunitas sepak bola usia muda yang menginspirasi.

Dengan dukungan penuh SES, TFA kini membina hampir 200 pemain berusia 3–18 tahun, termasuk 100 pemain perempuan.

Filosofi TFA jelas: sepak bola bukan hanya soal trofi, tetapi juga pembentukan karakter. Nilai disiplin, kerja sama tim, empati, dan tanggung jawab ditanamkan dalam setiap sesi latihan.

Namun bagi TFA, kesuksesan bukan hanya soal trofi. Lebih dari itu, akademi ini menempatkan pembentukan karakter sebagai tujuan utama.

“Strukturnya bagus dan memberi jalur yang jelas untuk naik ke level yang lebih tinggi,” ujar Ryan Myring, siswa SES sekaligus kapten tim putra senior. Bagi Marshyta, TFA mengajarkan satu hal penting: 'Untuk bermain di level atas, kemampuan saja tidak cukup—sikap jauh lebih menentukan'

Dampak Sosial dan Prestasi

Sementara Bellabee menggambarkan suasana di TFA dengan singkat, “Rasanya seperti keluarga.”

Rasa kebersamaan ini juga membawa dampak nyata bagi banyak keluarga.

Bersama para sponsor dan mitra seperti SES, TFA membantu mengurangi hambatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi—mulai dari penyediaan transportasi, makanan, dan perlengkapan, hingga membuka akses ke pekerjaan paruh waktu, peran kepelatihan, dan kelas bahasa Inggris.

Bagi sebagian keluarga, TFA bukan sekadar klub olahraga, tetapi juga sistem pendukung yang menumbuhkan rasa percaya diri dan membuka peluang baru.

Prestasi para alumninya menjadi bukti bagaimana disiplin dan kesempatan berjalan seiring. Adel dan Savaz, misalnya, pernah memperkuat tim nasional Indonesia U20 di ajang kualifikasi Piala Dunia di Myanmar.

“Saya bergabung karena butuh lingkungan yang lebih disiplin untuk meningkatkan permainan,” kata Savaz.

Kapten tim putri sekaligus siswa SES, Hana Kusuma, juga merasakan dampak positif sepak bola terhadap kehidupannya.

“Saya suka bermain sepak bola, tapi saya tahu untuk bisa berlatih empat hari seminggu, saya harus bertanggung jawab dengan sekolah. Pelatih selalu mendukung, dan kami paham kalau tidak disiplin di sekolah dan di rumah, kami bisa tidak diizinkan bermain.”

Di lapangan, pendekatan yang inklusif membuahkan hasil. Tim putra dan putri TFA rutin berlaga di berbagai liga dan turnamen, bahkan hingga ke luar kota seperti Bali.

Program sepak bola putri menjadi salah satu kebanggaan akademi ini dan dinilai termasuk yang terbaik di Indonesia. Di ajang Hydroplus Girls Soccer League, tim putri U15 Surabaya kini berada di posisi kedua, sementara U18 belum terkalahkan dan memimpin klasemen setelah kemenangan dramatis 3-2 dan 3-1 atas Arema FC.

Tahun ini, tim putri U13 dan U16 juga sukses menjuarai Haggana Cup.

Ke depan, TFA berencana melangkah lebih jauh dengan bergabung ke liga nasional putri.

Yang membuat TFA istimewa adalah keseimbangan antara ambisi dan kepedulian. Para pelatih mendorong performa terbaik, sementara para orang tua, teman, dan keluarga menciptakan suasana yang hangat dan penuh dukungan. Latihan dan pertandingan kerap terasa seperti acara komunitas, dengan kehadiran orang tua dan saudara di pinggir lapangan.

Bagi TFA, kemenangan hanyalah bagian dari perjalanan. Tujuan utamanya tetap sama sejak awal: membantu anak-anak Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, percaya diri, dan saling terhubung.

Seiring terus berkembang, Tigers Football Academy menunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi sarana membangun masa depan—bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam kehidupan.