Ide acara virtual dan hibrida untuk asosiasi
Acara daring tak akan menggantikan satu malam seru di ruangan, tapi ia menjangkau anggota yang tak bisa datang dan mengisi jeda yang sunyi. Ini yang benar-benar jalan, dan jebakan jujur soal hibrida.
Biar bagian yang canggung saya sampaikan lebih dulu, karena ini menentukan semuanya. Kalau organisasi Anda dibangun di sekitar sesuatu yang orang lakukan bersama dalam satu ruangan, maka versi daringnya biasanya cuma tiruan pucat, dan berpura-pura sebaliknya hanya membuat semua orang terasa hambar. Malam main board game contoh yang bagus - separuh kesenangannya justru dari hal fisiknya, komponen di tangan Anda, orang di seberang meja yang mengeluh saat Anda merebut petak yang ia incar, camilannya, obrolan santai yang muncul di sela-sela. Anda bisa memainkan game yang sama secara daring dan itu jalan, sedikit banyak, tapi tak ada yang pernah pulang dari panggilan video dengan semangat seperti sehabis satu malam seru di meja sungguhan. Jadi kalau Anda datang ke sini berharap acara virtual bisa menggantikan acara tatap muka, saya akan pelan-pelan membujuk Anda agar tidak, sebelum kita mulai.
Meski begitu - dan bagian inilah yang layak Anda simak sampai habis - acara daring dan hibrida melakukan dua hal yang tak bisa dilakukan acara tatap muka, dan bagi banyak asosiasi dua hal itulah yang membedakan keanggotaan yang tumbuh dengan yang diam-diam mentok di siapa saja yang bisa hadir secara fisik ke lokasi. Yang pertama adalah jangkauan: anggota yang pindah kota, yang tak dapat pengasuh anak, yang kerja giliran, yang dapat pekerjaan di Singapura dan sebenarnya masih ingin ikut. Yang kedua adalah mengisi jeda di antara acara-acara besar, supaya keanggotaan tidak mati selama tiga minggu berturut-turut. Keduanya memang tidak mentereng, tapi keduanya nyata, dan keduanya murah.
Biar tetap konkret, saya pakai satu contoh sepanjang tulisan ini. Misalkan Anda ikut mengelola Klub Meja Dadu, komunitas board game beranggota sekitar 140 orang - kebanyakan di Jakarta dan Bandung, dengan sebaran di Surabaya dan Yogyakarta serta beberapa yang sudah pindah ke luar negeri untuk kerja. Anda mengadakan malam main dua kali sebulan di sebuah board-game cafe, dan biasanya 10 sampai 16 orang datang, yang menyenangkan tapi wajahnya itu-itu saja, karena yang itu-itu sajalah yang tinggal cukup dekat untuk bisa datang. Selisih itu - antara 140 anggota dengan sekitar 12 orang yang ada di ruangan pada suatu malam - itulah sebenarnya inti seluruh tulisan ini.
Kapan daring benar-benar membantu, dan kapan tidak
Sebelum Anda merancang satu pun acara virtual, jujurlah dulu organisasi Anda ada di sisi mana garisnya, karena itu mengubah apa yang pantas Anda coba. Sebagian keanggotaan pada dasarnya soal informasi dan koneksi - asosiasi profesi, jaringan alumni, badan industri. Bagi mereka, sebagian besar nilainya bisa mengalir mulus lewat panggilan video, dan memilih daring lebih dulu sama sekali bukan kompromi, seringnya justru masuk akal. Keanggotaan lain berkisar pada aktivitas fisik bersama - tim futsal, kelompok pendaki, klub board game - dan bagi mereka hal tatap muka itu memang produk utamanya. Klub Meja Dadu jelas ada di kubu kedua, dan saya ingin bersikap jernih soal itu ketimbang menjual angan-angan.
Jadi pertanyaan yang berguna bukan "apakah kita harus bikin acara virtual?" sebagai ya/tidak. Melainkan "tugas spesifik apa yang kita ingin daring kerjakan, yang tak bisa dilakukan tatap muka?" Untuk klub board game jawaban jujurnya cukup sempit, dan itu tidak apa-apa - sempit tapi nyata mengalahkan luas tapi berangan-angan. Daring bagus untuk menjangkau anggota yang tak bisa hadir fisik ke kafe, entah karena jarak, anak kecil, disabilitas, atau sekadar minggu yang sedang berat. Daring bagus untuk menjaga ada sesuatu di kalender pada dua minggu jeda antara malam main fisik, supaya keanggotaan tak pernah benar-benar sunyi. Dan daring itu murah - tanpa lokasi, tanpa belanja minimum, tanpa perjalanan - yang berarti Anda bisa mengadakannya sering dan santai tanpa memberatkan siapa pun.
Yang daring tidak jago, untuk kelompok macam ini, adalah menjadi acara utama. Jangan coba menjadikan malam main daring sebagai pusatnya lalu membiarkan yang fisik layu, karena Anda akan mengeroposkan justru hal yang membuat orang bergabung. Anggap daring sebagai penampil pembuka yang menjaga pertunjukan tetap jalan di antara panggung-panggung utama, bukan penggantinya. Betulkan urutan itu di kepala Anda, dan sebagian besar sisanya mengikuti.
Format virtual yang benar-benar jalan
Ini jebakan yang hampir semua orang jatuh ke dalamnya lebih dulu: mereka membayangkan "acara virtual" sebagai webinar. Satu orang bicara, tumpukan slide, tiga puluh kotak kecil yang di-mute, kolom chat yang tak dipakai siapa-siapa, dan perlahan semua orang cuma setengah menonton sambil membalas email. Itu jadi bawaan karena mudah diadakan, dan itu pula format yang paling mungkin mengajari anggota Anda bahwa acara daring itu membosankan dan tak layak dihadiri. Anda adakan dua kali begitu, kehadiran turun separuh, lalu separuh lagi, dan Anda menyimpulkan "anggota kita tidak suka acara virtual" padahal sebenarnya mereka cuma tidak suka yang satu itu.
Hal yang membedakan acara virtual yang bikin orang balik lagi dengan yang diam-diam ditinggalkan itu gampang diucapkan dan gampang dilupakan: orang perlu melakukan sesuatu bersama, bukan menonton satu orang melakukan sesuatu. Webinar gagal karena pasif. Apa pun yang menjadikan anggota sebagai pelaku alih-alih penonton punya peluang. Untuk Klub Meja Dadu ini luar biasa mudah, karena bermain game pada dasarnya memang partisipatif - jadi format daring andalannya nyaris memilih dirinya sendiri.
Malam main daring adalah yang paling kentara dan ia memang pantas ada. Board Game Arena menjalankan banyak judul populer langsung di browser tanpa pemasangan, dan Tabletop Simulator menangani game yang lebih berat kalau anggota Anda tak keberatan membelinya, dan bagaimanapun Anda taruh semua orang di Discord atau panggilan video untuk suaranya, karena obrolannya itu justru inti besarnya. Enam sampai sepuluh orang kira-kira titik pasnya - cukup untuk dua meja, cukup kecil supaya tak ada yang jadi penonton. Rasanya tak akan seperti di kafe. Rasanya akan jadi sesuatu yang khas tersendiri, dan itulah ambisi yang tepat.
Beberapa format lain jalan karena alasan yang sama - mereka memberi orang sesuatu untuk dikerjakan:
- Sesi mengajarkan aturan satu game. Pilih game yang banyak dipunyai anggota tapi tak ada yang benar-benar paham, lalu minta seseorang yang menguasainya memandu semua orang lewat permainan langsung. Ini lokakarya, bukan ceramah, karena yang belajar benar-benar ikut bermain. Ini juga cara melibatkan anggota yang pemalu atau lebih baru tanpa tekanan satu malam penuh.
- Kumpul grup kecil, bukan satu ruang besar. Kalau memang harus mengobrol ketimbang bermain, jaga grupnya empat atau lima orang, bukan empat puluh. Pecah panggilan video jadi ruang-ruang kecil dan percakapan benar-benar terjadi; tahan semua orang di satu ruang besar dan yang Anda dapat cuma kesunyian yang sesekali dipecah satu orang yang percaya diri. Kecil itu seluruh rahasianya.
- Pamer koleksi. Untuk hobi yang ada barang fisiknya - miniatur yang dicat, game baru yang diimpor seseorang, solusi penyimpanan yang cerdik - malam santai "bawa satu benda dan angkat ke kamera" itu ringan usahanya dan sungguh hangat. Orang senang memamerkan perkakasnya.
- Turnamen daring yang berjalan seminggu. Sama sekali bukan satu malam, melainkan bagan yang orang mainkan di Board Game Arena di waktu senggang masing-masing, dengan hasil dan saling ledeknya mampir di grup chat. Ini pas sekali untuk anggota di kota lain, karena tak ada jam tetap yang harus mereka penuhi.
Perhatikan tak satu pun dari itu webinar. Kalau organisasi Anda memang perlu menyiarkan ke banyak orang - rapat anggota tahunan, pembicara tamu - silakan saja, cuma sisipkan interaksi sungguhan (sesi tanya jawab yang layak, obrolan grup kecil sesudahnya) dan jaga bagian bicara-ke-orangnya lebih pendek dari yang terasa wajar, karena ia selalu molor.
Masalah jujur soal hibrida
Hibrida adalah ide yang mengilap - jalankan acara di ruangan sekaligus siarkan ke orang yang di rumah, yang terbaik dari dua dunia, semua terlibat. Dan itu bisa jalan. Tapi saya ingin blak-blakan soal biayanya, karena inilah yang dilewatkan tulisan-tulisan yang penuh semangat: acara hibrida itu dua acara yang terjadi sekaligus, dan kecuali Anda menyiapkannya sebagai dua acara, separuh daringnya diam-diam jadi warga kelas dua. Anda pasti pernah lihat kegagalannya sekalipun belum menamainya - laptop disandarkan di belakang ruangan, kamera mengarah ke arah umum kejadian, suara cempreng, dan delapan orang di rumah menonton punggung kepala orang lalu perlahan menyerah sementara yang di ruangan asyik sekali dan lupa mereka bahkan ada.
Untuk malam main fisik, jujur saja, hibrida penuh sering tak sepadan repotnya, karena hal taktilnya tak bisa disiarkan - pemain jarak jauh yang menatap webcam yang mengarah ke papan yang tak bisa ia sentuh justru lebih tidak enak ketimbang kalau ia gabung ke meja daring yang benar. Jadi saran pertama saya soal hibrida adalah yang tak mentereng: cukup sering, jangan. Adakan malam tatap muka yang seru, dan adakan malam daring yang seru secara terpisah, dan biarkan keduanya jadi dua hal yang bagus ketimbang satu hal yang setengah-setengah.
Ketika hibrida memang benar-benar pantas ada - rapat anggota tahunan sekali setahun, sebuah talk besar, malam ulang tahun komunitas yang Anda ingin anggota luar negeri turut merasa jadi bagiannya - aturan yang menyelamatkannya cuma satu. Beri satu orang tugas tunggal mengurus ruang daring. Bukan pembawa acara, bukan orang yang juga mengerjakan lima hal lain - satu orang yang seluruh malamnya memantau chat, membacakan pertanyaan dari jarak jauh, memberi tahu ruangan "ada Rina dan Dimas gabung dari Surabaya, sapa dong", dan memastikan kamera serta suara benar-benar mengarah ke hal yang tepat. Peran satu itulah beda antara hibrida yang jalan dengan hibrida yang jadi kekecewaan yang sopan. Kalau Anda tak sanggup menyisihkan orang itu, sebenarnya Anda tak bisa bikin hibrida, dan lebih baik tahu itu sebelum malamnya ketimbang saat malamnya.
Menjaga orang daring tetap benar-benar terlibat
Entah itu acara sepenuhnya daring atau separuh daring dari acara hibrida, orang di seberang layar akan menjauh kecuali ada yang terus menarik mereka kembali, dan itu bukan soal teknologi, melainkan soal cara membawakan. Hal paling ampuh sama sekali tak berbiaya: sebut nama mereka, dengan lantang, sering. "Mantap, Andi." "Bagus, gimana menurutmu?" Peserta jarak jauh yang namanya disebut dua kali semalam merasa hadir; yang tak pernah disapa namanya menghabiskan seluruh waktu merasa menonton dari balik kaca, dan ia tak balik lagi.
Selain itu, beberapa hal yang sungguh membantu dan murah:
- Jaga jumlahnya tetap kecil. Ini terus muncul karena terus benar. Keterlibatan anjlok begitu grupnya membesar, karena di ruang besar hal yang sopan adalah diam. Enam orang akan mengobrol; dua puluh enam akan menyimak.
- Mulai dengan yang taruhannya ringan. Pertanyaan konyol, ronde cepat "belakangan lagi main apa", apa pun yang membuat orang membuka mute dan bersuara sepatah kata di awal. Semakin lama seseorang diam, semakin sulit ia memulai, jadi pecahkan segelnya di lima menit pertama.
- Jangan kelamaan. Acara daring yang sedikit terlalu pendek meninggalkan orang penasaran menanti yang berikutnya. Yang molor melewati energinya mengajari mereka untuk enggan. Sembilan puluh menit sudah cukup untuk kebanyakan hal; beberapa malam main daring terbaik cuma sejam.
- Biarkan agak santai dan tak sempurna. Acara daring yang terlalu digarap terasa seperti kerjaan; yang sedikit acak-acakan saat kucing seseorang berjalan di atas keyboard terasa seperti komunitas Anda yang sesungguhnya. Bidik yang kedua.
Buat perkakasnya tetap sederhana
Anda hampir pasti sudah punya semua yang Anda perlukan, dan godaan untuk pergi membeli "platform acara virtual" khusus adalah godaan yang akan saya tahan keras-keras, setidaknya di awal. Untuk kebanyakan asosiasi seluruh perkakasnya adalah: grup chat yang sudah Anda punya (grup WhatsApp, atau Discord kalau anggota Anda condong ke sana), panggilan video biasa untuk suaranya, dan apa pun alat yang benar-benar menjalankan aktivitas Anda - untuk klub board game itu Board Game Arena di browser, atau Tabletop Simulator untuk yang lebih mewah. Sudah, itu saja. Itu menjalankan malam main daring yang sungguh bagus tanpa biaya.
Alasan saya menahan diri dari platform berbayar bukan karena ia buruk, tapi karena hal yang membuat acara daring jalan bukan fitur yang bisa dibeli - melainkan seseorang yang membawakannya dengan baik, menyebut nama orang, menjaga grup tetap kecil, dan peduli apakah orang yang diam di pojok sedang senang atau tidak. Tak ada perangkat lunak sebanyak apa pun yang menyediakan itu. Belanjakan anggaran platform mewah sebesar nol, betulkan cara membawakannya, dan Anda akan mengalahkan acara berdana besar dengan penonton yang bosan setiap saat. Kalau nanti Anda melampaui perkakas gratisnya, Anda akan tahu persis apa yang Anda butuhkan saat itu, dan Anda akan membeli barang yang tepat alih-alih menebak.
Uji murah yang layak dicoba: sebelum mengumumkan apa pun, adakan satu malam main daring kecil untuk enam sampai delapan anggota paling antusias Anda, katakan terus terang ini uji coba, dan tanyakan sesudahnya apakah mereka mau datang ke yang berikutnya. Kalau mau, Anda sudah menemukan formatnya. Kalau mereka bosan tapi sopan, Anda belajar itu dalam beberapa jam alih-alih membangun seluruh program daring yang tak diinginkan siapa-siapa. Jawaban mana pun layak Anda punya.
Semua ini tidak menggantikan tugas membetulkan acara tatap muka Anda, dan memang bukan itu maksudnya - kalau Anda ingin sisi fisik kalender Anda benar-benar berdenyut, itu keahlian tersendiri dan saya sudah menulis soal bauran yang lebih luas di tulisan ide acara asosiasi. Dan ruang daring yang selalu menyala - grup chat yang berdetak di antara acara - itu lagi-lagi hal tersendiri, yang layak dibangun dengan sengaja ketimbang dibiarkan pada nasib, dan itulah yang dibahas panduan membangun komunitas anggota daring. Acara virtual duduk di tengah keduanya: hal terjadwal yang berlangsung daring, mengisi jeda dan menjangkau orang yang tak bisa didatangi lokasi.
Sisi praktisnya - menaruh acara di kalender yang benar-benar bisa dilihat anggota, menerima pendaftaran supaya Anda tahu siapa yang datang, mengirim tautan dan pengingat tanpa mengerjakannya dengan tangan, dan menjaga satu daftar anggota entah orang bergabung di kafe atau lewat panggilan video - adalah sebagian besar dari apa yang dirancang Anggota untuk mengangkatnya dari pundak Anda. Kalau itu terdengar berguna, Anda dipersilakan mencobanya gratis dan melihat kecocokannya dengan kelompok Anda. Dan kalau Anda lebih suka mengambil idenya lalu menjalankannya lewat perkakas yang sudah Anda punya, itu pun sungguh tidak masalah - malam main daring yang bagus jauh lebih butuh pembawa acara yang cakap ketimbang perangkat lunak tertentu, dan anggota di Surabaya yang akhirnya kebagian main akan sama senangnya di jalan mana pun.